• Sosialisasi Leadership dan AD/ART

    July 9 2013

    Hari Sabtu 25 Mei 2013 tampak keceriaan di wajah para ibu anggota Wanita Katolik RI cabang St Matias. Mengapa? karena hari itu diadakan sosialisasi tentang Leadership dan AD/ART yang dirasakan sangat perlu bagi ibu@ anggota Wanita Katolik RI

    { read more }
  • hari-pangan-sedunia

    November 8 2012

    HARI PANGAN SEDUNIA DAN GEREJA KATOLIK INDONESIA

    HPS (Hari pangan Sedunia) adalah momentum dimana masyarakat dunia diajak untuk merefleksikan dan memperhatikan kembali keadaan pangan dunia. HPS ini diperingati pada setiap tanggal  16 Oktober, sesuai dengan berdirinya Badan Pangan Dunia ( FAO : Food and Agricultural Organization).

    Tujuan memperingati HPS adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat seluruh dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan ditingkat global, regional maupun nasional. Pangan menjadi sangat penting karena merupakan kebutuhan dasar hidup manusia dan bebas dari kelaparan merupakan salah satu hak asasi manusia.

    { read more }
  • Bazaar dan Sembako Murah

    August 16 2012

    Tanggal  12 Agustus 2012, Wanita K atolik RI Cabang St Matias sangat sibuk, karena ada 3 kegiatan yang berlangsung pada jam yang hampir bersamaan.

     Pertama Mulai jam 8 pagi WK - RI Cabang St Matias bekerja sama dengan WK - RI Ranting MIRA (Mikael-Rafael) serta RW setempat  mengadakan bazaar dan sembako murah. Kegiatan ini dalam rangka partisipasi  menjelang Ramadhan yang tentu saja masyarakat setempat membutuhkan barang2  dan sembako.

    Kemudian pada waktu yang bersamaan pada Misa Jam 8.00, dipenghujung misa diadakan penjelasan tentang eksistensi dan kegiatan-kegiatan WK-RI Cabang St Matias oleh ketua Cabang Ibu Ira Sujadi serta penyerahan Piala Juara Harapan I kepada Paroki, yang didapat pada Lomba Vocal Group dalam Rangka Ulang Tahun WK-RI se-Keuskupan Bogor beberapa waktu yang lalu.

    Kegiatan ketiga pada hari tersebut adalah Donor Darah, dan yang bertugas pada hari itu adalah WK-RI Ranting Romo Mangun Widjaya.  Sangat disayangkan peserta donor darah hanya sekitar 40 orang.... tidak seperti yang sudah2.

    { read more }
  • Peringatan HUT Wanita katolik RI se Keuskupan Bogor

    July 30 2012

    Peringatan Ulang Tahun Wanita Katolik RI ke 88

    Se-keuskupan Bogor – Minggu 29 Juli 2012

    di Aula Regina Pacis – Bogor

    Pada hari  Minggu yang cerah tanggal 29 Juli 2012, Wanita Katolik RI se Keuskupan Bogor merayakan peringatan Ulang Tahun Wanita Katolik RI yang ke 88 di Aula Regina Pacis – Bogor.Walaupun sudah agak terlambat...namun suasana cukup khidmad dan meriah.

     

    { read more }
  • Bakti Sosial WK-RI Cabang St Matias

    July 13 2012

    BAKTI SOSIAL WANITA KATOLIK - RI Cabang St Matias

    Dalam Rangka memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI ke 88, tanggal 26 Juni 2012,  WK-RI Cabang St Matias mengadakan kegiatan Bakti Sosial di Balai Kesehatah Lantama III (Puskesmas) Pangkalan Jati.

    { read more }

hari-pangan-sedunia

November 8 2012

HARI PANGAN SEDUNIA DAN GEREJA KATOLIK INDONESIA

HPS (Hari pangan Sedunia) adalah momentum dimana masyarakat dunia diajak untuk merefleksikan dan memperhatikan kembali keadaan pangan dunia. HPS ini diperingati pada setiap tanggal  16 Oktober, sesuai dengan berdirinya Badan Pangan Dunia ( FAO : Food and Agricultural Organization).

Tujuan memperingati HPS adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat seluruh dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan ditingkat global, regional maupun nasional. Pangan menjadi sangat penting karena merupakan kebutuhan dasar hidup manusia dan bebas dari kelaparan merupakan salah satu hak asasi manusia.

Penyebab persoalan pangan didunia antara lain: Peningkatan jumlah penduduk, menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya pangan, dampak Globalisasi, Keamanan pangan dan lingkungan, Legislasi, regulasi dan distribusi pangan serta perubahan iklim. Jadi kita harus bangkit untuk mengatasi penyebab persoalan pangan ini.

Hubungan Gereja Katolik dan HPS adalah bahwa Gereja mengemban amanat guna membangun kesadaran iman yang membentuk perilaku manusia untuk menghargai kehidupan. Gereja terpanggil untuk mengembangkan HPS sebagai GERAKAN KEHIDUPAN. Dengan demikian akan terbangun umat dan masyarakat yang mempunyai sikap dan tindakan murah hati, suka berbagi dan kedekatan hati untuk menempatkan seluruh alam ciptaan sebagai sahabat dan saudara yang saling menghidupi satu sama lain.

Guna memperingati HPS ini, Keuskupan Bogor pada hari Minggu tanggal 14 Oktober 2012 mengadakan Seminar dengan tema: “ Membangun Kecukupan  Pangan bagi Semua” di Kuntum Farm Field Tajur Bogor. Dengan pembicara utama Romo F.A. Teguh Santosa, Pr dari keuskupan Purwokerto yang notabene adalah seorang insinyur Pertanian. Pada kesempatan ini hadir perwakilan dari Paroki St Matias Cinere, 2 orang ibu utusan dari PSE dan 3 orang ibu utusan dari WK- RI Cabang St Matias dan ranting-nya.

Acara pertama dibuka oleh Ketua Panitya HPS dilanjutkan dengan  pak Yatno dan Romo Tukiyo sebagai Ketua PSE keuskupan Bogor, yang berharap agar seluruh PSE se-keuskupan Bogor menggalakkan HPS dan juga memahami apa itu HPS serta menggerakkan kita semua terhadap ketahanan pangan. Bahwa nasi adalah bukan satu-satu nya makanan wajib…namun masih ada makanan lain non beras yang cukup berbobot yang dapat dipakai sebagai pengganti beras.

Selain acara resmi seminar tentang makna HPS, juga diadakan pameran makanan Non beras yang diikuti oleh seluruh perwakilan Cabang Wanita Katolik RI se-keuskupan Bogor. Tidak ketinggalan WK-RI Cabang St Matias juga memamerkan beberapa jenis makanan non beras seperti Tiwul, Bubur Jagung, Getuk dengan aneka rasa dan Singkong Keju-Kopi.

Adapun inti sari Seminar yang diberikan oleh Romo F.A. Teguh Santosa adalah sebagai berikut:

Kita sebagai orang dewasa/orang tua harus mengajarkan kepada anak-anak untuk “menghormati dan menghargai” terhadap pangan/makanan. Siapa sebetulnya yang menyediakan pangan bagi kita ? Tidak lain adalah TUHAN sendiri. Bahwa pangan harus diperlakukan dengan baik karena untuk menjadi pangan yang dimakan setiap hari, diperlukan proses. Siapa yang melakukan proses adalah para petani sawah dan petani kebun. Yang bila tanpa campur tangan Tuhan yang Maha Esa, niscaya proses tersebut tidak dapat berhasil menjadi pangan. Apabila kita memperlakukan dan menghormati pangan dengan baik berarti kita menghormati Kemuliaan Allah. Allah sangat mencintai kita/manusia, dengan wujud konkrit Yesus Kristus. Ketika kita lahir didunia , maka seluruh Potennsi ke-Allah-an Allah dimasukkan kedalam diri kita, walaupun potensi tersebut tidak nampak karena tertutup oleh Potensi Ke-Duniawi-an kita. Allah ingin menunjukkan ke Illahi-an-Nya dalam Keluarga. Keluargalah yang menjadi tempat perjumpaan manusia dengan Allah. Segala sesuatu yang disediakan dirumah menjadi sarana perjumpaan dengan Allah dan sarana yang paling nyata adalah PANGAN.

Keserakahan manusia membuat pangan tidak cukup bagi manusia sehingga terjadi kesenjangan antara yang lebih semakin lebih, yang kurang semakin kurang.

Dengan gerakan HPS secara serentak, diharapkan tidak ada lagi tempat bagi orang yang kelaparan  dan Gereja menjadi tempat untuk membangun ke-setiakawanan sosial, menghormati, menghargai dan memuliakan keutuhan ciptaan Tuhan.

Gereja adalah Himpunan Umat Allah yang digerakkan oleh Firman Allah untuk menghimpun Umat Allah yang diberikan santapan Tubuh Kristus untuk menjadi “Tubuh Kristus”

Acara ditutup dengan makan siang bersama dan para tamu dipersilahkan melihat  dan membeli makanan non beras yang disajikan oleh ibu-ibu WK-RI se-keuskupan Bogor.

Mari kita bangkitkan keutamaan hidup: kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, gotong royong, solidaritas sesama yang akan kita ciptakan melalui proses saling didik sampai menjadi habitus baru. Dengan demikian menghasilkan benih kehidupan untuk membangun kembali bumi rumah kita bersama.